ARTIKEL /MASALAH MAKAN

Snack Sehat Bantu Penuhi Kalori Anak

Article Banner Image

Snack Sehat Bantu Penuhi Kalori Anak

Bila diperhatikan, seringkali si Kecil seakan tidak pernah berhenti bergerak. Ada saja yang dilakukannya setiap hari sehingga membuat Ibu merasa gemas. Hal ini terjadi karena pada usia balita, anak sedang gemar bereksplorasi. Anda pun perlu terus mendukung hal ini, salah satu caranya dengan memenuhi kebutuhan energinya dari makanan dalam jumlah yang sesuai dengan usianya. Kebutuhan energi anak akan terus bertambah sejalan dengan bertambahnya usia anak.

Namun, ukuran perut anak yang kecil tidak memungkinkan untuk ia mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak sekaligus. Itulah sebabnya, Ibu perlu menyiasatinya dengan memberikan makan anak dalam porsi yang lebih sedikit namun diberikan lebih sering. Ibu bisa memberikan makan anak sekitar 3 - 4 jam sekali, sehingga dalam sehari akan didapat 5 kali makan, yaitu 3 kali makan utama dan 2 kali makan camilan atau susu yang dapat diberikan 2 – 3 kali sehari.

Makanan utama yang terdiri dari makanan pokok dan lauk pauknya memberikan energi dan zat gizi lain yang dibutuhkan anak untuk tumbuh kembang, biasanya diberikan pada pagi, siang dan malam hari. Sementara itu, camilan sebaiknya diberikan di antara jam makan dalam porsi yang lebih kecil. Meskipun jumlahnya tak sebesar makanan utama, namun makanan camilan juga memiliki fungsi yang cukup penting penting, yaitu:

  • Melengkapi dan memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi anak.
  • Menjadi solusi saat anak kelaparan di antara jam makan, sehingga anak tetap makan dengan baik saat jam makan utama tiba.
  • Porsi kecil snack akan memudahkan anak untuk menghabiskannya, sehingga kebutuhan energinya pun lebih mudah tercapai.
  • Snack memberikan kesempatan lebih banyak bagi anak untuk mengonsumsi buah atau susu.

Bagaimana cara menyediakan snack sehat?

Oleh karena jumlahnya yang tidak sebanyak makanan utama, terkadang Ibu menyediakan camilan 'seadanya' untuk si Kecil. Bahkan banyak camilan yang justru mengandung tinggi gula, garam atau lemak. Bukannya melengkapi kebutuhan energi anak, camilan semacam ini justru bisa merugikan kesehatan anak kelak. Itulah sebabnya, Ibu tetap harus berusaha menyediakan camilan yang sehat untuk memenuhi kebutuhan gizi anak.

Cara termudah untuk menyediakan snack sehat adalah dengan berpikir bahwa snack merupakan ukuran mini makanan lengkap. Hanya saja, Ibu bisa mengganti nasi sebagai sumber karbohidrat dengan bahan makanan lain seperti tepung, kentang atau ubi dan menyulap bahan makanan ini menjadi kue atau camilan sehat lainnya. Protein dari ayam atau daging juga bisa diganti dengan kacang-kacangan, susu atau telur.

Singkirkan juga camilan-camilan yang hanya mengandung satu atau bahkan tak mengandung zat gizi dari kulkas atau lemari makanan. Untuk menumbuhkan kebiasaan makan yang sehat, Ibu bisa menyediakan buah-buahan di atas meja makan, sehingga anak pun mudah menyantapnya saat jam snack tiba.

Pilihan snack sehat

  1. Smoothies mangga jeruk dengan cara mencampurkan dan menghaluskan 1 gelas susu, 50 ml yoghurt tawar, 1 buah mangga dan jeruk dengan menggunakan blender.
  2. Satu mangkuk edamame (kedelai Jepang) rebus.
  3. Donat kentang mini ditambah dengan olesan krim keju atau selai stroberi dan segelas susu.
  4. Puding buah dengan fla susu.
  5. Buah potong yang disusun menyerupai sate, lalu sajikan dengan celupan yoghurt tawar.

Sedapat mungkin bahan makanan yang digunakan sebagai bahan pembuat snack merupakan bahan yang berbeda dengan makanan utama. Dengan demikian si Kecil pun akan semakin lengkap dalam mendapatkan asupan zat gizi yang ia butuhkan untuk tumbuh kembang.