ARTIKEL/KANKER

Menempatkan berat badan sebagai dasar perawatan kanker

Article Banner Image

Elaine young menjelaskan mengapa pasien kanker harus makan dengan gizi yang baik bila mereka ingin bertahan hidup.

Berat badan pada pasien kanker sangat tergantung dari bagaimana mereka bertahan hidup. Berbeda dengan diabetes, sakit jantung dan hipertensi, penyakit kanker tidak menaikan berat badan yang menimbulkan masalah, namun penyakit ini malah mengurangi berat badan. Kanker yang menyebabkan turunnya berat badan bisa terjadi dalam tingkat manapun pada pasien dan para ahli pun mengatakan bila pasien bisa mengurangi berat badannya turun sedikitnya 5 persen, dapat melambatkan respon kanker saat terapi dan maksudnya adalah bertahan hidup. 20% angka kematian karena kanker di dunia terjadi karena kurang gizi dan berat badan menurun.

Statistik ini diperoleh dari dokter Joseph Espat, wakil professor bedah umum di Universitas Illinois di Chicago dan seorang ahli dalam kanker karena berat badan turun. Dia berada di Singapur baru-baru ini dalam perjalanan berkeliling rumah sakit bertemu dengan sesama dokter bedah.

Menurut dokter Espat, terjadinya penurunan berat badan ini karena adanya peradangan. Peradangan adalah respon awal sistem kekebalan tubuh kita karena infeksi atau iritasi. Dia menjelaskan secara sederhana: apabila pasien kanker tertabrak bis, maka bisa menimbulkan pneumonia atau tumor yang tumbuh, namun sistem tubuh kita tidak bisa membedakan sehingga akan bereaksi melawannya karena dianggap benda asing. Hal ini bisa mengobati pneumonia atau menyembuhkan trauma akibat kecelakaan namun tidak dapat menyembuhkan tumor karena sifatnya terus berkembang. Alasannya tumor menyerang organ tubuh ini berbeda sifatnya, karena tumor berasal dari mutasi sel sehingga bertindak agresif

Mengatasi nyeri dan proses penyembuhan membutuhan energi yang luar biasa banyak dan semuanya itu bisa mengakibatkan berat badan turun. Menurut dokter Espat.” Jika tulang Anda patah, proses penyembuhan tulang itu sendiri membutuhkan 700 kalori per hari, sehingga berat badan Anda turun. Jika anda mengalami infeksi, maka proses penyembuhannya membutuhkan 800 kalori per hari. Karena itulah, ketika Anda sakit, berat badan Anda turun”

Hal yang sama kurang lebih juga terjadi pada penyakit kanker. Dia melanjutkan: “ jika Anda memiliki tumor, fungsi hati Anda berganti dari sebuah organ yang membuat protein normal menjadi organ yang membuat protein untuk melawan tumor. Ada beberapa reseptor di otak Anda yang bisa membuat Anda kehilangan selera makan dan yang paling penting adalah massa otot Anda yang terdiri dari protein khusus dimana tubuh kita tidak mendapat asupan apapun selain dari hati”

Perubahan yang kompleks ini mengakibatkan tubuh membakar kalori tidak seperti biasanya, mengontrol selera makan, mengurangi massa otot dan yang pada akhirnya mengalami berat badan turun. Efek berat badan turun terjadi pada orang yang menderita kanker colon, paru-paru, ginjal, perut, anus, pancreas, dan kanker kepala dan leher pada tahap awal. kata dokter. Penyakit kanker seperti leukemia, kanker rahim, payudara dan kanker prostat mengakibatkan berat badan turun di level yang akut.

Menurutnya, pasien kanker tidak turun berat badan secara drastis, karena itulah mereka tidak sadar dengan keadaan itu. Dan pasien kanker selalu menolak dan berdebat pada anggota keluarga mereka yang mencoba membujuknya untuk makan. Karena pasien kanker selalu merasa dia sudah makan. Mereka berhenti makan ketika mereka sudah kenyang. Namun, bagi mereka yang tidak punya selera makan akan cepat kenyang dengan cepat.

Dr Joanna lin, seorang onkologis di tempat prakteknya di Mount Elizabeth medical center, telah memberikan beberapa perspektif: “kanker yang menyebabkan penurunan berat badan umum terjadi. Dan tidak mengenal ras atau budaya tertentu. Penurunan berat badan bisa menjadi salah satu gejala yang buruk, dimana mengindikasikan bahwa hidup pasien itu mungkin tidak lama lagi.

Bila pasien dinyatakan sehat saat diperiksa, maka ia pun akan tetap sehat dan menjaga berat badannya, sehingga ia akan merasa bahagia daripada pasien yang berat badannya turun.

Dr Lin menjelaskan bahwa berat badan turun terjadi karena seorang pasien berat badannya turun lebih dari 10 persen. Dia berkata pasien yang datang dengan berat badan yang turun berpikir bahwa ayam dan gula bahaya buat mereka.

Orang asia biasanya tidak banyak makan yang mengandung protein saat mereka sedang sakit bahkan mereka cenderung menghindarinya. Mungkin itulah yang membuat kondisi mereka lebih buruk. Katanya. Protein tidak hanya bisa didapatkan dari daging merah. Tapi bisa juga terkandung di dalam telur, kacang, biji-bijian dan produk soya. Untuk bisa melawan kanker, komunitas kanker amerika merekomendasikan untuk meminum antioksidan untuk meningkatkan sistem daya tahan tubuh, terutama pada mineral selenium.

Ini juga mengindikasikan bahwa hanya satu atau dua jenis daging merah porsi per bulan, banyak sayuran hijau dan sebanyak-banyaknya ikan segar. ini adalah pola makan yang disarankan oleh Dokter Espat dan koleganya untuk pasien kanker mereka. namun bagi mereka yang sudah ada dalam lingkaran berat badan dan selera makan yang buruk, masih ada yang harus ditambahkan dalam porsi makannya.

“Anda memerlukan protein, lemak yang penting dan kalori, anda tidak akan mendapatkannya kecuali anda membeli suplemen makanan” menurut Dr. Espat.

“Anda bisa membeli coklat rendah karbohidrat namun mereka dibuat untuk menurunkan berat badan, bukan menaikkan. Solusinya adalah terapi nutrisi yang mengandung omega 3 asam lemak EPA, zat besi, vitamin dan mineral”

Untuk mencegah kanker, Komunitas kanker memasukan Omega 3, asam lemak yang terdapat di dalam ikan sebagai pola makan yang wajib pada pasien mereka. Dan Dokter Espat menambahkan bahwa suplemen omega 3 bagus untuk mengurangi peradangan pada kanker

Namun beberapa pasien tidak menyukai minuman bernutrisi yang kebanyakan terlihat dan terasa seperti milkshake. Kata Dr Lin, generasi tua tidak terbiasa untuk minum susu atau yang dianggap seperti produk susu. Banyak minuman bernutrisi yang tersedia di pasaran mengandung laktosa karena rasanya seperti susu, walaupun mereka bukan susu. “ Dokter Lin memberikan alternative minuman nutrisi dengan rasa buah. Atau dia juga ingin menyarankan bubuk protein yang tawar ditaburi di makanan.

Kondisi tubuh yang Kekurangan nutrisi juga memiliki efek pada perawatannya. Kata dokter Lin: “kebanyakan metode perawatan sekarang tidak beracun seperti 10 sampai 20 tahun yang lalu, namun masih ada resiko pada selera makan dengan kemoterapi dan radioterapi.”

Pada radioterapi, atau terapi radiasi kata Dokter Espat, pasien harus cukup kuat untuk menyelesaikan prosesnya. “sel Anda akan mengingat jumlah radiasi yang anda terima. Bila Anda tidak terapi, maka akan merusak sel tapi tidak membuatnya mati. Jadi bila berat badan anda turun drastic, dan menekan ketahanan daya tubuh sehingga merusaknya, maka perawatan bisa dikurangi atau dihentikan nantinya”

Namun dokter hanya bisa melakukan semampunya. Dokter Lin menasehatkan untuk para angora keluarga yang lain memperhatikan kualitas makanan bukan hanya kuantitasnya. Dia berkata “banyak dari keluarga cina suka untuk memberikan makan pasien kanker dengan bubur dan sup, dimana itu sebenarnya hanyalah air saja. Tidak ada gunanya untuk memberikan mereka banyak sup dalam sehari Dimana kalorinya hanya sedikit saja, mereka hanya perlu minum salah satu tambahan nutrisi yang berisi sekitar 250 kalori dalam satu penyajian.

Jika semua usaha tersebut gagal, kata dokter lin, pasien harus diberi makan melalui urat nadi. Hal ini memang tidak ideal, namun bisa membuat berat badan pasien lebih stabil

Dokter Espat tidak hanya sesumbar dengan pasiennya “saya tidak pernah lagi bicara bahwa saya bisa menyembuhkan mereka, saya bilang bahwa saya akan mengangkat kanker mereka dan membuat penyakit itu tidak datang lagi.”

Pancreas dan kanker lambung kebanyakan akan kembali setelah mereka dioperasi, katanya memperingatkan, namun dia berkata bahwa pasien dengan kanker ini akan memiliki kualitas hiudp yang lebih baik dan lebih panjang umurnya

Itu adalah tujuan dari merawat penyakit kanker saat ini. Katanya. “mengurangi gangguan dan memberikan apa yang Anda paling inginkan. Dan kebanyakan orang menempatkan makan di restoran sebagai keinginan tertinggi pada daftar mereka”